Pernah sadar kalau saat makan Anda hampir selalu mengunyah di sisi kanan atau kiri? Banyak orang memiliki sisi kunyah favorit dan baru menyadarinya ketika mencoba sengaja memindahkan makanan ke sisi lainnya.
Kebiasaan mengunyah di satu sisi mulut memang dapat berkaitan dengan kondisi gigi, gusi, gigitan, hingga sendi rahang. Namun, bukan berarti setiap orang yang lebih sering mengunyah di satu sisi pasti mengalami kerusakan gigi atau gusi.
Justru, hal yang perlu diperhatikan adalah mengapa Anda selalu memilih sisi tersebut. Bisa saja sisi tersebut memang terasa lebih nyaman. Namun, bisa juga sisi sebelahnya terasa sakit, memiliki gigi berlubang, gigi sensitif, tambalan yang mengganggu, gigi hilang, masalah gigitan, atau gangguan pada sendi rahang.

Jawaban Singkat: Apakah Mengunyah di Satu Sisi Bisa Merusak Gigi dan Gusi?
Mengunyah di satu sisi tidak otomatis menyebabkan kerusakan gigi atau gusi. Namun, jika kebiasaan tersebut berlangsung lama karena sisi lainnya bermasalah, masalah yang menjadi penyebabnya justru perlu diperiksa.
Pada sisi yang sering digunakan, beban kunyah memang lebih banyak diterima oleh gigi dan jaringan pendukungnya. Sementara itu, sisi yang jarang digunakan tetap membutuhkan kebersihan yang baik karena plak dan sisa makanan tetap dapat menumpuk.
Selain itu, jika terdapat tekanan gigitan yang tidak seimbang atau penyakit periodontal, beban mekanis dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Penelitian mengenai trauma oklusal menunjukkan bahwa gaya oklusal berlebihan bukan penyebab utama periodontitis, tetapi pada kondisi tertentu dapat memperberat masalah periodontal yang sudah ada.
Kenapa Seseorang Bisa Terbiasa Mengunyah di Satu Sisi?
Preferensi sisi kunyah sebenarnya cukup umum. Jadi, memiliki sisi kunyah favorit tidak selalu menunjukkan adanya penyakit.
Penelitian pada orang dewasa dengan gigi alami menunjukkan adanya variasi preferensi sisi kunyah. Dalam sebuah penelitian terhadap 146 orang dewasa, sebagian peserta menunjukkan kecenderungan menggunakan satu sisi sebagai sisi kunyah yang lebih disukai.
Masalah mulai perlu diperhatikan ketika seseorang tidak nyaman atau tidak mampu mengunyah di sisi lainnya.
Beberapa penyebab yang mungkin antara lain:
- Gigi berlubang atau mengalami kerusakan.
- Gigi terasa ngilu saat digunakan mengunyah.
- Gusi mengalami peradangan.
- Gigi terasa sakit ketika menggigit.
- Terdapat gigi yang hilang.
- Tambalan gigi terasa terlalu tinggi atau mengganggu gigitan.
- Posisi gigi atau hubungan gigitan tidak seimbang.
- Terdapat masalah pada sendi rahang.
- Sisi tertentu terasa lebih nyaman karena sudah menjadi kebiasaan.
Karena itu, kebiasaan mengunyah di satu sisi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai penyebab. Dalam beberapa kasus, justru masalah gigi yang sudah ada menjadi alasan seseorang memilih satu sisi.

1. Beban Kunyah Lebih Banyak Berada di Satu Sisi
Saat seseorang mengunyah secara dominan di satu sisi, gigi pada sisi tersebut lebih sering menerima kontak dan gaya kunyah.
Gigi belakang secara alami mampu menerima gaya kunyah yang besar. Systematic review terbaru mengenai gaya gigitan pada orang dewasa dengan gigi alami lengkap menunjukkan bahwa gaya maksimal berbeda menurut lokasi gigi dan bagian posterior dapat menerima gaya yang lebih besar dibandingkan area anterior.
Namun, hal ini tidak berarti gigi pada sisi yang sering digunakan pasti akan rusak.
Jaringan periodontal memiliki kemampuan beradaptasi terhadap gaya kunyah normal. Masalah lebih kompleks jika terdapat gaya berlebihan, kontak gigitan yang tidak normal, penyakit periodontal, atau struktur gigi yang sudah melemah.
2. Apakah Mengunyah Satu Sisi Bisa Membuat Gigi Cepat Aus?
Secara teori, gigi yang lebih sering menerima kontak dapat mengalami paparan terhadap gaya mekanis yang lebih besar. Akan tetapi, keausan gigi tidak bisa hanya dijelaskan berdasarkan sisi kunyah.
Jenis makanan, kebiasaan menggemeretakkan gigi, kekuatan gigitan, kondisi enamel, asam dari makanan dan minuman, serta faktor lain juga berpengaruh.
Karena itu, jika salah satu sisi gigi terlihat lebih aus, dokter gigi perlu melihat pola kontak gigi secara keseluruhan. Tidak tepat langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya karena seseorang sering mengunyah di sisi tersebut.
3. Bagaimana Pengaruhnya terhadap Gusi?
Ini bagian yang sering disalahpahami.
Mengunyah di satu sisi tidak secara otomatis membuat gusi di sisi tersebut menjadi rusak. Penyakit gusi terutama berkaitan dengan plak dan respons inflamasi jaringan terhadap biofilm, sementara berbagai faktor lain dapat memengaruhi perkembangannya.
Namun, gaya mekanis yang berlebihan dapat menjadi faktor tambahan pada kondisi periodontal tertentu. Review mengenai mekanisme gaya mekanis pada periodontitis menjelaskan bahwa trauma oklusal dapat memperburuk kondisi periodontitis dalam keadaan tertentu, meskipun bukti pada manusia mengenai hubungan tersebut masih terbatas.
Jadi, jangan berpikir bahwa “mengunyah kanan membuat gusi kanan pasti turun”. Hubungan tersebut jauh lebih kompleks.
4. Sisi yang Jarang Dipakai Bukan Berarti Tidak Perlu Dibersihkan
Jika Anda jarang menggunakan satu sisi untuk mengunyah, jangan sampai Anda juga mengabaikan kebersihan gigi di sisi tersebut.
Gigi tetap dapat mengalami penumpukan plak meskipun tidak sering digunakan untuk mengunyah. Plak yang menetap di sekitar garis gusi dapat memicu peradangan.
Karena itu, kebersihan gigi harus dilakukan pada kedua sisi mulut, bukan hanya sisi yang paling sering digunakan untuk makan.
Sikat gigi, pembersihan sela gigi, dan pemeriksaan rutin tetap penting meskipun salah satu sisi terasa jarang digunakan.
5. Justru Bisa Jadi Gigi Sebelahnya Sedang Bermasalah
Ini salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan.
Jika Anda mulai mengunyah hanya di sisi kiri karena setiap kali menggunakan sisi kanan terasa sakit, jangan hanya berusaha “melatih” diri untuk kembali mengunyah kanan.
Cari tahu terlebih dahulu penyebab rasa tidak nyaman tersebut.
Rasa sakit ketika menggigit dapat muncul pada beberapa kondisi, misalnya karies yang sudah dalam, masalah pulpa, gigi retak, peradangan jaringan sekitar akar, masalah periodontal, atau masalah pada restorasi.
Dengan kata lain, kebiasaan mengunyah satu sisi terkadang merupakan petunjuk adanya masalah yang belum disadari.
6. Bagaimana Jika Satu Sisi Memiliki Gigi yang Hilang?
Kehilangan gigi dapat mengubah pola kunyah.
Ketika gigi belakang hilang di satu sisi, seseorang mungkin secara alami memindahkan aktivitas kunyah ke sisi yang masih memiliki gigi yang lebih nyaman.
Penelitian terbaru pada pasien dengan sebagian gigi yang hilang menunjukkan bahwa kondisi gigi yang tersisa berkaitan dengan sisi kunyah yang dipilih. Temuan tersebut mendukung gagasan bahwa preferensi kunyah tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan tubuh, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi gigi dan kontak yang tersedia.
Karena itu, jika Anda kehilangan gigi dan sekarang hampir selalu mengunyah di satu sisi, sebaiknya diskusikan pilihan penggantian gigi dengan dokter gigi.
7. Apakah Mengunyah di Satu Sisi Bisa Membuat Rahang Tidak Simetris?
Klaim bahwa mengunyah satu sisi pasti membuat wajah menjadi tidak simetris sering muncul di media sosial. Namun, hubungan tersebut tidak sesederhana itu.
Aktivitas mengunyah memang melibatkan otot rahang secara aktif. Perbedaan pola penggunaan dapat memengaruhi aktivitas otot selama mengunyah. Penelitian mengenai preferensi sisi kunyah juga menunjukkan bahwa terdapat variasi aktivitas dan pola gerakan rahang antara sisi yang digunakan dan sisi lainnya pada kondisi tertentu.
Namun, hal tersebut tidak berarti setiap orang yang memiliki sisi kunyah favorit akan mengalami perubahan bentuk wajah yang terlihat.
Jika terdapat nyeri rahang, bunyi klik yang disertai keluhan, keterbatasan membuka mulut, atau rahang terasa terkunci, pemeriksaan lebih penting daripada mencoba mengubah pola kunyah sendiri.
8. Apakah Mengunyah Satu Sisi Bisa Menyebabkan Gigi Goyang?
Jangan langsung menghubungkan gigi goyang dengan kebiasaan mengunyah satu sisi.
Gigi goyang dapat memiliki banyak penyebab. Salah satunya adalah kehilangan jaringan pendukung akibat penyakit periodontal. Faktor oklusal juga dapat berperan dalam mobilitas gigi pada kondisi tertentu.
Review sistematis mengenai hubungan gaya oklusal traumatis dan periodontitis menemukan bukti manusia yang masih terbatas. Gaya oklusal traumatis tidak dianggap sebagai penyebab awal periodontitis, tetapi dapat berkontribusi terhadap perubahan jaringan ketika penyakit periodontal sudah ada.
Jadi, jika gigi terasa goyang, jangan hanya mengurangi penggunaan sisi tersebut. Periksakan gigi untuk mengetahui penyebabnya.
9. Bisa Juga Sebaliknya: Masalah Gigi Membuat Anda Mengunyah Satu Sisi
Bayangkan seseorang memiliki gigi geraham kanan yang berlubang dan sakit ketika digunakan mengunyah. Secara alami, ia mungkin akan memilih sisi kiri.
Setelah beberapa bulan, mengunyah kiri terasa seperti kebiasaan otomatis.
Dalam situasi seperti ini, masalah utamanya bukan sekadar “kebiasaan mengunyah satu sisi”. Masalah awalnya adalah gigi kanan yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Penelitian mengenai preferred chewing side juga menemukan hubungan antara preferensi sisi kunyah dan berbagai kondisi dental maupun temporomandibular. Pada pasien dengan sebagian gigi hilang, kondisi gigi yang tersisa dapat berperan terhadap pilihan sisi kunyah.
Karena itu, perubahan pola kunyah yang baru muncul sebaiknya diperhatikan.
10. Jangan Sengaja Memaksa Mengunyah di Sisi yang Tidak Nyaman
Jika Anda sadar selalu menggunakan sisi kiri, bukan berarti Anda harus memaksa diri mengunyah kanan sebanyak mungkin.
Terutama jika sisi kanan terasa sakit, ngilu, seperti ada gigi tinggi, atau terasa tidak nyaman.
Memaksa menggunakan gigi yang sedang bermasalah bukan cara untuk memperbaiki penyebabnya. Lebih baik cari tahu terlebih dahulu mengapa sisi tersebut terasa tidak nyaman.
Setelah penyebabnya ditangani, pola kunyah biasanya dapat kembali lebih seimbang sesuai kemampuan dan kenyamanan masing-masing orang.
11. Apakah Kita Harus Selalu Bergantian Mengunyah Kanan dan Kiri?
Tidak ada aturan sederhana bahwa setiap suapan harus berpindah kanan-kiri.
Tubuh manusia memang memiliki preferensi gerakan, termasuk dalam aktivitas mengunyah. Penelitian menunjukkan bahwa sisi kunyah yang disukai dapat berkaitan dengan efisiensi mengunyah dan karakteristik individu.
Yang lebih penting adalah tidak ada hambatan atau rasa sakit yang membuat Anda terpaksa menghindari satu sisi.
Jika kedua sisi dapat digunakan dengan nyaman, tidak ada keluhan, dan kebersihan mulut terjaga, tidak perlu panik hanya karena Anda memiliki sisi kunyah favorit.
12. Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Kebiasaan Ini Sudah Menjadi Masalah?
Coba perhatikan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah Anda selalu menggunakan sisi yang sama hampir setiap kali makan?
- Apakah sisi lainnya terasa sakit ketika menggigit?
- Apakah ada gigi yang sensitif terhadap dingin atau panas?
- Apakah ada gigi berlubang atau tambalan yang terasa mengganggu?
- Apakah ada gigi yang hilang?
- Apakah gusi di salah satu sisi sering berdarah?
- Apakah ada gigi yang terasa goyang?
- Apakah rahang terasa pegal setelah makan?
- Apakah terdengar bunyi klik atau muncul nyeri pada sendi rahang?
- Apakah pola mengunyah satu sisi baru muncul belakangan?
Semakin banyak jawaban “ya”, semakin masuk akal untuk melakukan pemeriksaan gigi dan rahang.

Fakta Menarik: Memiliki Sisi Kunyah Favorit Tidak Selalu Berarti Ada Masalah
Banyak orang mengira mengunyah hanya di satu sisi pasti merupakan kebiasaan buruk. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa preferensi sisi kunyah cukup umum dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dalam penelitian pada orang dengan sebagian gigi yang hilang, kondisi gigi yang tersisa ternyata berhubungan dengan sisi kunyah yang dipilih. Ini menunjukkan bahwa pilihan sisi kunyah dapat dipengaruhi oleh keadaan gigi, bukan sekadar kebiasaan yang dibuat secara sadar.
Jadi, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya “Saya mengunyah sebelah mana?”, tetapi “Mengapa saya lebih nyaman mengunyah di sisi tersebut?”
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera jadwalkan pemeriksaan jika kebiasaan mengunyah satu sisi disertai:
- Nyeri saat menggigit atau mengunyah.
- Gigi sensitif yang menetap atau semakin parah.
- Gigi terasa goyang.
- Gusi sering berdarah atau bengkak.
- Gusi bernanah.
- Gigi patah atau retak.
- Gigi berlubang yang membuat Anda menghindari satu sisi.
- Gigi hilang sehingga Anda hanya bisa mengunyah di satu sisi.
- Perubahan gigitan secara tiba-tiba.
- Rahang terasa nyeri, kaku, atau sulit dibuka.
- Bunyi klik pada sendi rahang yang disertai rasa sakit atau gangguan fungsi.
Jika terdapat pembengkakan wajah atau leher, kesulitan bernapas atau menelan, perdarahan yang tidak terkendali, atau nyeri gigi berat disertai pembengkakan, cari pertolongan medis segera.
Apa yang Bisa Dilakukan Sehari-hari?
Jika tidak ada rasa sakit atau masalah gigi tertentu, Anda tidak perlu memaksa diri mengubah pola kunyah secara drastis.
Namun, Anda dapat membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan mulut dengan cara:
- Gunakan kedua sisi mulut secara nyaman ketika memungkinkan.
- Jangan menghindari satu sisi karena sakit tanpa mencari penyebabnya.
- Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang lembut.
- Bersihkan sela-sela gigi secara rutin.
- Perhatikan gusi di kedua sisi mulut.
- Jangan mengabaikan gigi yang sakit ketika menggigit.
- Periksakan gigi secara rutin untuk mendeteksi karies, penyakit gusi, dan masalah gigitan.
- Jika ada gigi yang hilang, konsultasikan pilihan penggantiannya dengan dokter gigi.
Kesimpulan
Sering mengunyah di satu sisi mulut tidak otomatis merusak gigi atau membuat gusi menjadi rusak. Sisi kunyah favorit merupakan hal yang cukup umum pada manusia.
Namun, kebiasaan tersebut menjadi lebih penting untuk diperhatikan jika Anda memilih satu sisi karena sisi lainnya terasa sakit, tidak nyaman, memiliki gigi hilang, atau mengalami masalah gigitan.
Beban kunyah yang lebih banyak pada satu sisi juga perlu dilihat bersama kondisi gigi, gusi, jaringan periodontal, dan pola gigitan. Penelitian menunjukkan bahwa gaya oklusal berlebihan bukan penyebab utama periodontitis, tetapi dapat menjadi faktor yang memperburuk kondisi periodontal tertentu.
Jadi, daripada sekadar memaksa diri untuk mengunyah bergantian kanan dan kiri, lebih baik cari tahu mengapa Anda selalu memilih satu sisi. Jika penyebabnya adalah gigi berlubang, gigi hilang, gusi bermasalah, gangguan gigitan, atau keluhan rahang, mengatasi penyebab tersebut jauh lebih penting.
Untuk mendapatkan informasi kesehatan gigi dan gusi lainnya, Anda dapat mengunjungi Dokter Gigi Ku. Pemeriksaan rutin juga membantu menemukan masalah sebelum kebiasaan mengunyah satu sisi menjadi bagian dari masalah yang lebih besar.
Sumber Referensi Ilmiah
- Koyama S, Wada J, Mouri Y, et al. Effects of occlusal contact loss on the preferred chewing side on masticatory function: An experimental randomized crossover trial. Journal of Prosthodontic Research. 2026.
- García-Medina B, et al. Maximum bite forces in healthy adults with complete natural dentition: A systematic review. Journal of Prosthodontics. 2026.
- Liu X, Li J, Yue Y, et al. Mechanisms of mechanical force aggravating periodontitis: A review. Oral Diseases. 2024.
- Campiño JI, Ríos CC, Rodriguez-Medina C, Botero JE. Association between traumatic occlusal forces and periodontitis: A systematic review. Journal of the International Academy of Periodontology. 2019;21(4):148–158.
- Schierz O, Reissmann DR, Jordan RA, et al. The Preferred Chewing Side in Partially Edentulous Patients Is More Related to Residual Dentition Than Hemispheric Laterality. Journal of Oral Rehabilitation. 2025;52(7):949–956.
- Barcellos DC, et al. Peripheral, functional and postural asymmetries related to the preferred chewing side in adults with natural dentition. Archives of Oral Biology. 2016.
- Al-Akhali M, Al-Moraissi EA. Khat chewing habit produces a significant adverse effect on periodontal, oral health: A systematic review and meta-analysis. Journal of Periodontal Research. 2017;52(6):937–945.
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi. Kebiasaan mengunyah satu sisi dapat memiliki penyebab yang berbeda pada setiap orang.
