Sleman, 23 Juni 2026 — Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan gigi dan mulut yang sehat. Namun, menjaga kesehatan gigi tidak hanya dimulai ketika muncul keluhan atau gigi sudah berlubang. Pencegahan dan kebiasaan baik sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.
Semangat tersebut kembali menjadi bagian dari kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut yang saya lakukan pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Balai Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi bersama KAWAL DPC Sleman, Ibu Yuyun dan tim, dengan menghadirkan rangkaian kegiatan kesehatan untuk anak-anak dan masyarakat. Sekitar 60 anak hadir bersama orang tua mereka untuk mengikuti kegiatan sejak pagi hingga selesai.


Mengajarkan Kesehatan Gigi Sebelum Masalah Datang
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Kalurahan Tirtomartani, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang saya bawakan. Dalam penyuluhan tersebut, saya mengajak anak-anak dan orang tua untuk memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya mengenai bagaimana mengatasi gigi berlubang, tetapi juga bagaimana mencegahnya sejak awal. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kebiasaan kesehatan anak. Mulai dari mengajarkan cara menyikat gigi, mengawasi kebiasaan anak, memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, hingga membawa anak melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Bagi saya, edukasi seperti ini menjadi bagian penting dari misi doktergigiku.com untuk membawa pengetahuan kesehatan gigi dan mulut lebih dekat kepada masyarakat.
Pemeriksaan Gigi Gratis dan Pencegahan Karies
Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak. Satu per satu anak mendapatkan pemeriksaan untuk melihat kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka. Pemeriksaan ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai kondisi gigi anak serta mendapatkan informasi mengenai langkah perawatan yang dapat dilakukan di rumah maupun tindak lanjut yang diperlukan. Selain pemeriksaan, dalam kegiatan ini kami juga memberikan aplikasi fluoride sebagai salah satu upaya pencegahan karies pada anak, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta. Pencegahan menjadi salah satu hal yang ingin terus kami tekankan. Sebab, semakin dini masalah kesehatan gigi dikenali dan dicegah, semakin besar kesempatan anak untuk mempertahankan kesehatan giginya hingga mereka tumbuh dewasa.
Sikat Gigi Gratis untuk Membawa Pulang Kebiasaan Baik
Ada satu hal sederhana yang kami ingin anak-anak bawa pulang dari kegiatan ini: bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kebiasaan. Setiap peserta mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan dengan sikat gigi gratis setelah mengikuti pemeriksaan gigi. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti ketika anak meninggalkan balai kalurahan. Kami berharap sikat gigi yang mereka bawa pulang dapat menjadi pengingat untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dalam penyuluhan. Sekitar 60 anak yang hadir bersama orang tua mendapatkan kesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Sementara Anak Diperiksa, Lansia Mendapatkan Cek Kesehatan
Kegiatan ini juga menjadi lebih lengkap karena tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi anak. Dalam waktu yang bersamaan, KAWAL DPC Sleman juga berkolaborasi dengan Kimia Farma untuk menghadirkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Quantum sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan kesehatan yang disediakan bagi peserta lansia. Sementara anak-anak menjalani pemeriksaan gigi, para lansia mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi ini membuat kegiatan terasa semakin bermakna karena perhatian terhadap kesehatan tidak hanya diberikan kepada satu kelompok usia, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat secara lebih luas.
Belajar, Diperiksa, dan Bersama-sama Menjaga Kesehatan
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Anak-anak datang bersama orang tua mereka, mengikuti penyuluhan, kemudian bergantian menjalani pemeriksaan gigi. Di sela-sela pemeriksaan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang membuat suasana semakin menyenangkan. Bagi saya, suasana seperti ini penting dalam kegiatan kesehatan anak. Edukasi kesehatan tidak harus selalu berlangsung dalam suasana yang kaku. Ketika anak merasa nyaman dan senang, pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima dan diingat.
Sebuah Langkah Kecil untuk Senyum yang Lebih Sehat
Bakti sosial di Tirtomartani menjadi salah satu langkah kecil dalam perjalanan saya bersama doktergigiku.com untuk terus membawa edukasi kesehatan gigi dan mulut lebih dekat kepada masyarakat. Sekitar 60 anak datang bersama orang tua mereka. Mereka mendapatkan penyuluhan, pemeriksaan gigi gratis, pencegahan karies melalui aplikasi fluoride, serta sikat gigi yang dapat dibawa pulang. Di sisi lain, para lansia juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan melalui kolaborasi KAWAL DPC Sleman dan Kimia Farma. Saya percaya bahwa kesehatan tidak hanya dibangun ketika seseorang sudah sakit. Kesehatan dibangun dari pengetahuan, kebiasaan kecil, pencegahan, dan kepedulian yang dilakukan terus-menerus. Semoga apa yang kami lakukan di Tirtomartani bukan hanya menjadi sebuah kegiatan yang selesai dalam satu hari, tetapi menjadi awal dari kebiasaan baik yang terus dibawa pulang ke rumah. Karena pada akhirnya, misi saya melalui doktergigiku.com sederhana:
membantu lebih banyak orang mengenal, menjaga, dan mencintai kesehatan gigi dan mulut mereka — dimulai sejak dini.
drg. Kartika Apriliani, S.KG
Founder doktergigiku.com









