Pernah merasa kurang percaya diri saat tersenyum karena gusi bagian atas terlihat terlalu banyak? Kondisi ini dikenal sebagai gummy smile. Bagi sebagian orang, gusi yang terlihat saat tersenyum merupakan ciri alami. Namun, ada juga yang ingin memperbaikinya agar senyum terlihat lebih seimbang.
Kabar baiknya, gummy smile tidak selalu membutuhkan operasi. Ada beberapa pilihan perawatan tanpa bedah, mulai dari suntik botulinum toxin atau Botox hingga perawatan ortodonti menggunakan behel. Akan tetapi, hasilnya bergantung pada penyebab utama kondisi tersebut.
Jadi, apakah gummy smile bisa benar-benar diperbaiki tanpa operasi? Jawabannya, bisa pada kasus tertentu. Dokter gigi perlu memeriksa posisi gigi, bentuk gusi, pergerakan bibir, dan struktur rahang sebelum menentukan perawatan yang paling sesuai.
Apa Itu Gummy Smile?

Gummy smile adalah kondisi ketika jaringan gusi bagian atas terlihat cukup banyak saat seseorang tersenyum. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut excessive gingival display atau tampilan gusi yang berlebihan ketika tersenyum.
Tidak semua orang yang memiliki gummy smile membutuhkan perawatan. Bentuk senyum setiap orang berbeda, termasuk proporsi gigi, bibir, dan gusi. Karena itu, penilaian terhadap gummy smile juga mempertimbangkan kenyamanan, kesehatan mulut, dan keinginan pasien.
Namun, jika tampilan gusi membuat seseorang kurang percaya diri, konsultasi dengan dokter gigi dapat membantu menemukan pilihan perawatan yang tepat.
Menurut ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Seminars in Orthodontics pada 2024, gummy smile dapat muncul akibat berbagai faktor. Penyebabnya bisa berasal dari jaringan lunak, posisi gigi, maupun struktur tulang rahang. Oleh sebab itu, dokter perlu menentukan penyebabnya sebelum memilih tindakan.
Apakah Gummy Smile Bisa Diperbaiki Tanpa Operasi?
Ya, gummy smile bisa diperbaiki tanpa operasi pada kondisi tertentu. Pilihan perawatannya meliputi suntik botulinum toxin, perawatan ortodonti, dan beberapa pendekatan lain sesuai penyebabnya.
Meski demikian, tidak ada satu metode yang cocok untuk semua orang. Perawatan yang efektif untuk gummy smile akibat gerakan bibir berlebihan belum tentu memberikan hasil yang sama pada kondisi akibat pertumbuhan rahang yang berlebihan.
Berikut beberapa pilihan yang dapat dokter pertimbangkan.
1. Suntik Botox untuk Mengurangi Gerakan Bibir Atas
Salah satu pilihan perawatan gummy smile tanpa operasi adalah suntik botulinum toxin tipe A, yang sering dikenal sebagai Botox. Perawatan ini bekerja dengan mengurangi aktivitas otot tertentu yang mengangkat bibir atas saat tersenyum.
Pada orang dengan otot pengangkat bibir yang terlalu aktif, bibir dapat bergerak lebih tinggi dari biasanya. Akibatnya, lebih banyak jaringan gusi terlihat ketika tersenyum.
Botulinum toxin membantu mengurangi gerakan tersebut sehingga bibir atas tidak terangkat setinggi sebelumnya. Dengan begitu, tampilan gusi yang terlihat dapat berkurang.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Toxicon pada 2024 meninjau 13 uji klinis prospektif terkontrol mengenai penggunaan botulinum toxin untuk gummy smile. Hasilnya menunjukkan bahwa perawatan ini dapat mengurangi tampilan gusi, terutama pada kasus yang berkaitan dengan aktivitas otot bibir. Efek terbaik umumnya terlihat dalam beberapa minggu setelah penyuntikan.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. **Hasil suntik Botox bersifat sementara.** Efeknya dapat bertahan sekitar tiga hingga enam bulan, meskipun durasi setiap orang berbeda. Setelah itu, gerakan otot akan berangsur kembali sehingga perawatan ulang mungkin diperlukan.
Selain itu, dokter perlu menentukan titik penyuntikan dan dosis berdasarkan anatomi wajah serta kondisi pasien. Penyuntikan yang tidak tepat dapat memengaruhi simetri senyum atau gerakan bibir.
Karena itu, pilih tenaga medis yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai ketentuan untuk melakukan prosedur tersebut. Jangan mencoba suntikan kosmetik sendiri atau menggunakan produk yang tidak jelas asalnya.
2. Behel atau Perawatan Ortodonti
Behel tidak hanya berfungsi merapikan gigi. Pada kasus tertentu, perawatan ortodonti juga dapat membantu mengurangi tampilan gusi yang berlebihan.
Pilihan ini cocok dipertimbangkan ketika gummy smile berkaitan dengan posisi gigi, hubungan gigitan, atau kondisi tertentu yang memungkinkan pergerakan gigi memperbaiki proporsi senyum.
Dokter gigi spesialis ortodonti dapat merencanakan pergerakan gigi menggunakan behel atau alat ortodonti lainnya. Dalam kasus terpilih, dokter juga dapat menggunakan alat penjangkaran sementara berupa miniscrew untuk membantu mengontrol posisi gigi secara lebih terarah.
Meski demikian, behel tidak otomatis mengatasi semua jenis gummy smile. Jika penyebab utamanya adalah bibir atas yang terlalu aktif, behel saja mungkin tidak memberikan perubahan yang diharapkan. Begitu pula jika terdapat kelebihan pertumbuhan tulang rahang yang cukup berat.
Sebuah tinjauan sistematis yang terbit dalam Journal of Clinical Medicine pada 2024 menemukan bahwa perawatan ortodonti, termasuk penggunaan alat penjangkaran sementara, dapat membantu mengurangi tampilan gusi pada pasien tertentu. Pilihan tindakan tetap perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab gummy smile.
Perlu diingat, perawatan ortodonti biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun. Dokter akan menjelaskan perkiraan durasi setelah memeriksa kondisi gigi dan rahang.
3. Perawatan Bibir Tanpa Operasi
Gerakan bibir berperan besar dalam tampilan senyum. Pada sebagian orang, bibir atas bergerak terlalu tinggi ketika tersenyum sehingga gusi terlihat lebih banyak.
Selain botulinum toxin, dokter dapat mengevaluasi apakah pendekatan konservatif atau kombinasi perawatan tertentu dapat membantu memperbaiki tampilan senyum. Namun, pilihan tanpa bedah yang benar-benar efektif tetap bergantung pada penyebab anatomisnya.
Perlu dibedakan antara perawatan yang mengubah gerakan otot dan tindakan yang mengubah posisi jaringan bibir secara permanen. Prosedur lip repositioning, misalnya, melibatkan tindakan bedah pada jaringan di bagian dalam bibir. Jadi, prosedur tersebut bukan termasuk perawatan tanpa operasi meskipun cakupan tindakannya berbeda dari operasi rahang.
Karena itu, jangan hanya berpatokan pada nama atau promosi suatu perawatan. Tanyakan kepada dokter bagaimana prosedur bekerja, apakah melibatkan sayatan, berapa lama hasilnya bertahan, serta apa saja risikonya.
4. Perawatan Gusi Jika Gigi Terlihat Pendek
Pada beberapa kasus, gummy smile terjadi karena jaringan gusi menutupi sebagian permukaan gigi. Akibatnya, gigi tampak lebih pendek meskipun ukuran gigi sebenarnya normal.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan proses erupsi gigi atau disebut altered passive eruption. Dokter gigi perlu memeriksa batas gusi, bentuk mahkota gigi, dan posisi tulang pendukungnya untuk menentukan penyebabnya.
Jika jaringan gusi memang menutupi permukaan gigi secara berlebihan, dokter dapat mempertimbangkan perawatan pembentukan ulang gusi atau pemanjangan mahkota klinis. Namun, tindakan tersebut dapat melibatkan prosedur bedah jaringan gusi, bahkan tulang pada kasus tertentu.
Artinya, perawatan gusi tidak selalu menjadi solusi tanpa operasi. Dokter harus memastikan bahwa tindakan yang dipilih sesuai dengan kondisi jaringan dan tidak mengganggu kesehatan gigi dalam jangka panjang.
Jangan langsung melakukan pemotongan gusi hanya karena ingin gigi terlihat lebih panjang. Pemeriksaan menyeluruh membantu menghindari pengangkatan jaringan yang sebenarnya masih diperlukan untuk menopang kesehatan gigi.
5. Apakah Ada Cara Alami untuk Menghilangkan Gummy Smile?
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa latihan wajah, pijatan bibir, atau penggunaan produk rumahan dapat menghilangkan gummy smile secara permanen.
Latihan tertentu mungkin membantu seseorang lebih sadar terhadap ekspresi wajahnya. Namun, latihan tersebut tidak dapat diandalkan untuk mengubah posisi tulang rahang, panjang gigi, atau struktur jaringan gusi.
Demikian pula, obat kumur, pasta gigi, dan produk pemutih gigi tidak dirancang untuk mengatasi penyebab gummy smile.
Jika gusi terlihat banyak karena pembengkakan atau pembesaran jaringan, dokter perlu mencari penyebabnya. Peradangan gusi, penumpukan plak, dan faktor lain mungkin membutuhkan perawatan tersendiri. Mengatasi masalah kesehatan tersebut berbeda dengan melakukan koreksi estetika gummy smile.
Jadi, sebaiknya hindari metode yang menjanjikan hasil permanen dalam waktu singkat tanpa pemeriksaan medis.
Bagaimana Menentukan Perawatan yang Paling Tepat?

Sebelum memilih perawatan, dokter gigi akan menilai beberapa faktor yang memengaruhi tampilan senyum. Pemeriksaan ini penting karena dua orang dengan gummy smile yang tampak serupa belum tentu memiliki penyebab yang sama.
Beberapa hal yang biasanya diperiksa meliputi:
- Gerakan bibir atas: dokter menilai seberapa tinggi bibir bergerak saat tersenyum dan apakah aktivitas otot berperan besar.
- Proporsi gigi: dokter memeriksa panjang mahkota gigi yang terlihat dan posisi gigi depan.
- Kondisi gusi: dokter memeriksa peradangan, pembesaran jaringan, dan posisi tepi gusi.
- Hubungan gigitan: posisi gigi atas dan bawah dapat memengaruhi tampilan senyum.
- Struktur rahang: bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menilai kemungkinan faktor tulang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter dapat menyarankan satu metode atau kombinasi beberapa perawatan. Pada kasus tertentu, dokter juga akan menjelaskan bahwa tindakan bedah merupakan pilihan yang lebih sesuai untuk mencapai perubahan yang diinginkan.
Menurut tinjauan sistematis yang terbit dalam Journal of Clinical Medicine pada 2024, keberhasilan koreksi gummy smile bergantung pada pemilihan metode yang sesuai dengan penyebabnya. Karena itu, rencana perawatan yang dipersonalisasi lebih masuk akal daripada menggunakan satu metode untuk semua pasien.
Berapa Lama Hasil Perawatan Gummy Smile Bertahan?
Durasi hasil sangat bergantung pada jenis perawatan yang dipilih.
Pada suntik botulinum toxin, perubahan biasanya mulai terlihat dalam satu hingga dua minggu. Efeknya kemudian berkembang dan umumnya berkurang secara bertahap dalam beberapa bulan. Karena sifatnya sementara, pasien mungkin memerlukan penyuntikan ulang setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.
Sementara itu, perawatan ortodonti bertujuan mengubah posisi gigi secara terencana. Hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang, tetapi stabilitas tetap dipengaruhi oleh kondisi gigi, jaringan pendukung, pertumbuhan, dan kepatuhan menggunakan retainer jika dokter meresepkannya.
Perawatan jaringan gusi memiliki karakteristik berbeda lagi. Ketahanan hasilnya bergantung pada diagnosis awal, teknik yang digunakan, proses penyembuhan, serta kesehatan jaringan pendukung.
Oleh karena itu, jangan hanya menanyakan berapa lama prosedur berlangsung. Tanyakan juga kapan hasil mulai terlihat, berapa lama hasil diperkirakan bertahan, apakah perawatan ulang dibutuhkan, dan bagaimana perawatan setelah tindakan.
Apakah Perawatan Gummy Smile Tanpa Operasi Aman?
Perawatan tanpa operasi tetap memiliki risiko. Botox, misalnya, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, memar, perubahan simetri senyum, atau efek lain yang berkaitan dengan penyuntikan. Risiko dan hasilnya bergantung pada kondisi pasien serta keterampilan tenaga medis.
Perawatan ortodonti juga memerlukan pemantauan. Tekanan yang tidak terencana atau kebersihan mulut yang buruk selama memakai behel dapat menimbulkan masalah pada gigi dan gusi.
Selain itu, hasil yang tidak sesuai harapan dapat terjadi jika metode perawatan tidak cocok dengan penyebab gummy smile. Misalnya, suntik Botox mungkin tidak memberikan koreksi yang memadai jika masalah utamanya berasal dari struktur rahang atau posisi gusi.
Untuk meningkatkan keamanan, lakukan konsultasi sebelum memutuskan tindakan. Sampaikan riwayat kesehatan, obat yang sedang digunakan, alergi, dan harapan terhadap hasil perawatan. Jangan memilih prosedur hanya karena harganya murah atau sedang populer di media sosial.
Fakta Menarik tentang Gummy Smile
Tidak semua gummy smile membutuhkan operasi. Pada kasus yang disebabkan oleh aktivitas otot bibir atas, botulinum toxin dapat menjadi pilihan nonbedah yang membantu mengurangi tampilan gusi.
Namun, hasilnya bersifat sementara dan tidak mengubah struktur tulang rahang maupun panjang gigi. Inilah alasan pemeriksaan penyebab menjadi langkah penting sebelum memilih perawatan.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika:
- Anda merasa kurang percaya diri karena gusi terlihat banyak saat tersenyum.
- Gigi depan tampak pendek karena sebagian permukaannya tertutup gusi.
- Posisi gigi atau gigitan juga terasa tidak teratur.
- Gusi tampak membesar, mudah berdarah, atau mengalami perubahan yang tidak biasa.
- Anda ingin mencoba Botox, behel, atau prosedur estetika lain dan ingin mengetahui pilihan yang sesuai.
Jika gusi mengalami pembengkakan mendadak, nyeri berat, keluar nanah, atau disertai demam, jangan menganggapnya sebagai masalah estetika biasa. Segera cari pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Kesimpulan: Gummy Smile Bisa Diperbaiki Tanpa Operasi, tetapi Tidak untuk Semua Kasus
Gummy smile memang bisa diperbaiki tanpa operasi pada kondisi tertentu. Suntik botulinum toxin dapat membantu jika penyebabnya adalah gerakan bibir atas yang berlebihan. Sementara itu, perawatan ortodonti dapat dipertimbangkan ketika posisi gigi atau hubungan gigitan berperan terhadap tampilan gusi.
Namun, jika penyebabnya berkaitan dengan jaringan gusi atau struktur tulang rahang, dokter mungkin perlu mempertimbangkan tindakan lain, termasuk prosedur bedah. Tidak ada satu metode yang otomatis cocok untuk semua orang.
Langkah terbaik adalah memulai dengan pemeriksaan, bukan langsung memilih prosedur. Dengan diagnosis yang tepat, Anda dapat memahami pilihan perawatan, risiko, biaya, dan perkiraan hasilnya.
Ingin mengetahui penyebab gummy smile dan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda? Kunjungi doktergigiku.com untuk mendapatkan informasi kesehatan gigi dan mempersiapkan konsultasi dengan dokter gigi.
Referensi Jurnal Ilmiah
- Wang X, et al. (2024). Dose and injection site of botulinum toxin type A for gummy smile management: A systematic review and bibliometric analysis. Toxicon, 249, 108058. https://doi.org/10.1016/j.toxicon.2024.108058
- Inchingolo AD, et al. (2024). Effectiveness and Personalized Approaches in the Correction of Gummy Smile: A Systematic Review of Orthodontic and Surgical Treatments. Journal of Clinical Medicine, 13(22), 6843. https://doi.org/10.3390/jcm13226843
- Fatani B. (2023). An Approach for Gummy Smile Treatment Using Botulinum Toxin A: A Narrative Review of the Literature. Cureus, 15(1), e34032. https://doi.org/10.7759/cureus.34032
- Rasteau S, et al. (2023). Non-Surgical Management of the Gingival Smile with Botulinum Toxin A—A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Clinical Medicine, 12(4), 1433. https://doi.org/10.3390/jcm12041433
- Gummy smiles: Etiologies, diagnoses & formulating a clinically effective treatment protocol. (2024). Seminars in Orthodontics, 30(5), 482–501. https://doi.org/10.1053/j.sodo.2023.11.014