Mengapa Lidah Bisa Menjadi “Cermin” Kesehatan Gigi dan Tubuh Anda?

oleh | Sep 29, 2025 | Cerita Gigi | 0 Komentar

Coba Anda berdiri di depan cermin, buka mulut, dan lihat lidah Anda. Mungkin warnanya merah muda, mungkin ada lapisan putih tipis, atau bahkan tampak pecah-pecah. Tahukah Anda? Kondisi lidah ternyata bisa memberi gambaran tentang kesehatan gigi, mulut, bahkan organ tubuh lainnya.

Lidah disebut sebagai “cermin kesehatan” karena setiap perubahan kecil di permukaannya sering kali menjadi tanda adanya sesuatu yang terjadi di dalam tubuh kita. Baik masalah ringan seperti kebersihan mulut yang kurang, maupun kondisi serius seperti kekurangan vitamin, diabetes, hingga penyakit autoimun.

Mengenal Lidah Lebih Dekat

Lidah adalah organ otot yang sangat fleksibel, penuh pembuluh darah dan saraf. Fungsinya antara lain:

  • Membantu bicara dan mengunyah
  • Membantu menelan makanan
  • Membantu merasakan rasa (manis, asam, pahit, asin, umami)
  • Menjadi benteng pertama melawan bakteri karena terpapar langsung makanan dan minuman

Karena letaknya terbuka dan kaya jaringan, setiap perubahan kesehatan dalam tubuh sering ikut tercermin pada lidah.

Perubahan Lidah & Apa Artinya

Beberapa tanda pada lidah yang bisa kita lihat sehari-hari:

  1. Lidah dengan lapisan putih atau kuning tebal
    • Bisa menandakan penumpukan sisa makanan, bakteri, atau jamur.
    • Bila terlalu tebal dan tidak hilang dengan sikat lidah, ini bisa berkaitan dengan penyakit sistemik seperti lambung, ginjal, atau akibat obat tertentu.
    • Lapisan lidah tebal juga sering menyebabkan bau mulut.
  2. Lidah pecah-pecah (fissured tongue)
    • Permukaan lidah tampak ada retakan atau garis-garis dalam.
    • Umumnya tidak berbahaya, tapi bisa menandakan mulut kering atau penuaan.
    • Pada sebagian orang, kondisi ini muncul bersamaan dengan penyakit sistemik tertentu.
  3. Perubahan warna lidah
    • Pucat: tanda anemia (kurang darah), infeksi kronis
    • Merah terang: bisa akibat kekurangan vitamin B12, zat besi, atau asam folat, alergi atau reaksi obat, terkena makanan/minuman panas
    • Biru atau ungu: bisa mengarah pada masalah sirkulasi darah atau penyakit jantung.
  4. Lidah bengkak atau membesar
    • Bisa mengganggu bicara dan menelan.
    • Salah satu penyebab serius adalah amyloidosis, yaitu penumpukan protein abnormal di tubuh.
    • Bisa juga disebabkan oleh alergi atau gangguan tiroid.
  5. Sensasi terbakar atau rasa logam
    • Banyak orang mengeluh lidah terasa panas, nyeri, atau pahit.
    • Bisa karena infeksi jamur, efek samping obat, gangguan saraf, atau penyakit seperti diabetes.
    • Gejala ini juga pernah banyak dilaporkan pada pasien COVID-19.
  6. Luka atau bercak yang tidak sembuh-sembuh
    • Jika lebih dari 2 minggu tidak sembuh, bisa menjadi tanda penyakit serius, termasuk kanker mulut.
    • Penting segera diperiksakan ke dokter gigi atau dokter gigi spesialis penyakit mulut.

Hubungan Lidah dengan Penyakit Sistemik

Bukan hanya masalah mulut, lidah bisa memberi petunjuk penyakit organ lain:

  • Ginjal: pasien yang menjalani cuci darah sering menunjukkan perubahan pada lapisan lidah dan mikrobiotanya.
  • Diabetes: menyebabkan mulut kering, infeksi jamur, dan rasa terbakar di lidah.
  • Penyakit autoimun (misalnya Sjögren’s syndrome, lupus): bisa menimbulkan lidah kering, pecah-pecah, berwarna ungu kebiruan, atau luka di lidah.
  • Infeksi virus (COVID-19): selain batuk dan demam, banyak pasien juga mengalami lidah bengkak, perubahan rasa, dan lapisan berminyak pada lidah.

Apa pengaruhnya jika lidah tidak dibersihkan secara rutin?

  1. Penumpukan Bakteri dan Sisa Makanan
    Permukaan lidah penuh dengan tonjolan kecil (papila). Di sela-selanya mudah sekali terkumpul:
    • Sisa makanan
    • Sel-sel mati
    • Bakteri dan jamur
      Kalau tidak dibersihkan, kotoran ini menebal menjadi lapisan lidah (tongue coating).
  1. Bau Mulut (Halitosis)
    Sekitar 70–80% kasus bau mulut berasal dari lidah, bukan dari gigi.
    • Bakteri pada lidah menghasilkan senyawa sulfur yang berbau busuk.
    • Semakin tebal lapisan lidah, semakin kuat bau mulut yang ditimbulkan.
  1. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi
    Bakteri di lidah bisa menyebar ke gigi dan gusi. Dampaknya:
    • Memperparah plak gigi → memicu gigi berlubang.
    • Menyebabkan peradangan gusi (gingivitis) dan bila berlanjut bisa menjadi periodontitis.
  1. Gangguan Pengecapan Rasa
    Lapisan tebal di lidah menutupi papila pengecap. Akibatnya:
    • Rasa makanan jadi kurang tajam.
    • Beberapa orang merasa makanan hambar atau pahit.
  1. Memengaruhi Kesehatan Sistemik
    Bakteri dari lidah bisa masuk ke aliran darah melalui gusi yang meradang. Ini berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit sistemik, misalnya:
    • Diabetes(sulit dikontrol jika ada infeksi mulut kronis)
    • Penyakit jantung(bakteri mulut dapat memicu peradangan pembuluh darah)
  1. Penampilan Lidah Tidak Sehat
    • Lidah tampak putih kekuningan, kusam, kadang pecah-pecah.
    • Bisa membuat orang minder saat bicara atau berinteraksi sosial.

Itulah mengapa membersihkan lidah sama pentingnya dengan menyikat gigi.

Cara Memeriksa Lidah Sendiri di Rumah

Anda bisa rutin memeriksa lidah di cermin:

  1. Lihat warna: merah muda normal (coral pink)? pucat? merah terang? kebiruan? atau kuning?
  2. Amati permukaan: halus? pecah-pecah? ada lapisan? atau ada bercak?
  3. Rasakan sensasi: apakah ada nyeri? terbakar? atau rasa pahit?
  4. Perhatikan ukuran dan bentuk: apakah bengkak? mengecil? atau ada benjolan?

Jika ada perubahan yang tidak hilang dalam 2–3 minggu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi.

Tips Merawat Lidah & Mulut

  • Sikat lidah dengan sikat gigi lembut atau alat pembersih lidah (tongue scraper) setiap kali menyikat gigi.
  • Minum cukup air untuk mencegah mulut kering.
  • Berhati-hati bila makan/minum yang terlalu panas untuk menghidari sensasi terbakar/nyeri
  • Konsumsi makanan bergizi dengan vitamin dan mineral seimbang.
  • Kurangi rokok dan alkohol karena merusak jaringan mulut.
  • Periksa rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Lidah mungkin tampak sederhana, tetapi ia bisa menjadi alarm tubuh yang sangat berharga. Perubahan kecil pada lidah sering kali adalah “pesan tersembunyi” tentang kondisi kesehatan Anda. Jangan remehkan bila lidah berubah warna, nyeri, atau muncul lapisan aneh yang tidak kunjung hilang. Dengan memperhatikan lidah, kita bukan hanya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga bisa mendeteksi penyakit tubuh lebih awal.

Source :

  1. Muniz, F. W. M. G., da Silva, B. B., & Rösing, C. K. (2023). Tongue coating and its relationship with oral and systemic health. BMC Oral Health, 23(1), 306.
  2. Liu, Y., Zhao, Y., Xu, J., & Zhang, J. (2024). Oral manifestations and diagnostic model of Sjögren’s syndrome based on tongue features. Frontiers in Immunology, 15, 1397583.
  3. Bakr, M. M., Almarzooq, T. J., & Al-Rawi, N. (2023). Oral amyloidosis: An update. Oral Diseases, 29(8), 3111–3120.
  4. Biadsee, A., Biadsee, A., Kassem, F., Dagan, O., Masarwa, S., & Ormianer, Z. (2021). Olfactory and oral manifestations of COVID-19: Sex-related symptoms—a potential pathway to early diagnosis. Journal of Oral Pathology & Medicine, 50(5), 459–467.