Spesial Edisi HUT-RI ke 81
Sukoharjo, 25 Agustus 2026 — Ada tempat-tempat yang kita datangi dengan niat untuk berbagi, tetapi justru membuat kita pulang dengan membawa lebih banyak pelajaran. Bagi saya, Panti Asuhan Anak Mandiri di Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah adalah salah satunya.
Pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, doktergigiku.com berkesempatan hadir dan mengadakan kegiatan sosial kesehatan gigi dan mulut bersama KAWAL DPC Sleman, Ibu Yuyun dan tim.
Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh Ibu Kathleen Anne Dakin, pimpinan Yayasan Panti Asuhan Anak Mandiri. Beliau merupakan seorang perempuan yang berasal dari England dan telah mendirikan serta mengabdikan dirinya untuk panti asuhan ini selama puluhan tahun.
Hari itu, sekitar 50–60 anak asuh berkumpul bersama kami. Usia mereka sangat beragam, mulai dari anak berusia sekitar satu tahun hingga mereka yang sudah memasuki usia dewasa, bahkan terdapat pula penghuni yang telah lanjut usia.
Keberagaman usia tersebut membuat kegiatan hari itu terasa sangat istimewa. Kami tidak hanya bertemu dengan anak-anak, tetapi sebuah keluarga besar dengan cerita kehidupan yang berbeda-beda.
Membawa Sikat Gigi Lama
Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak telah diminta untuk membawa sikat gigi lama mereka. Bukan tanpa alasan. Saya ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi sikat gigi yang selama ini mereka gunakan sekaligus menjadikannya sebagai titik awal untuk berbicara tentang kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Setelah pembukaan, saya memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta. Kami berbicara mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi, cara menyikat gigi yang benar, kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, serta mengapa kesehatan gigi perlu dijaga bahkan ketika tidak sedang mengalami sakit. Setelah penyuluhan, anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya. Dari sesi tanya jawab tersebut, saya melihat rasa ingin tahu yang besar dari mereka.


Belajar Menyikat Gigi Bersama
Salah satu bagian yang paling berkesan bagi saya adalah ketika kami berpindah ke halaman belakang panti untuk mempraktikkan cara menyikat gigi bersama. Anak-anak membawa sikat gigi mereka masing-masing dan kami melakukan praktik secara langsung. Saya tidak hanya mengajarkan bagaimana seharusnya menyikat gigi, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap cara menyikat gigi yang selama ini mereka lakukan. Dari gerakan tangan, bagian gigi yang terlewat, hingga bagaimana mereka membersihkan permukaan gigi, semuanya menjadi bagian dari proses belajar bersama. Bagi saya, edukasi kesehatan akan lebih bermakna ketika tidak berhenti pada penjelasan, tetapi langsung dipraktikkan. Hari itu kami tidak hanya berbicara tentang menyikat gigi. Kami benar-benar menyikat gigi bersama.



Dari Pemeriksaan hingga Pencegahan Karies
Setelah sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Anak-anak dipanggil secara bergantian untuk menjalani pemeriksaan. Pada peserta yang membutuhkan, dilakukan aplikasi fluoride sebagai salah satu upaya pencegahan karies. Beberapa peserta juga membutuhkan pencabutan gigi sederhana, yang dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing setelah pemeriksaan. Selain mendapatkan pemeriksaan dan tindakan yang diperlukan, setiap anak juga mendapatkan sikat gigi gratis. Bagi saya, pemberian sikat gigi ini bukan hanya tentang memberikan sebuah benda baru. Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memulai kembali kebiasaan menjaga kesehatan gigi dengan alat yang layak digunakan. Sikat gigi mungkin sederhana, tetapi kebiasaan yang dibangun dengannya bisa menjadi sesuatu yang dibawa hingga dewasa.




Menunggu Giliran Sambil Bermain
Karena pemeriksaan dilakukan satu per satu, anak-anak harus menunggu giliran. Namun, suasana tidak menjadi membosankan. Di sela-sela pemeriksaan, Tim KAWAL DPC Sleman mengajak anak-anak bermain games dan quiz, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Tawa dan antusiasme anak-anak membuat suasana panti menjadi semakin hidup. Saya justru merasa bahwa bagian ini juga penting. Kunjungan dokter gigi tidak harus selalu identik dengan suasana tegang atau rasa takut.
Bisa ada permainan.
Bisa ada tawa.
Bisa ada hadiah kecil.
Dan bisa ada pengalaman menyenangkan yang membuat anak-anak melihat dokter gigi dari sisi yang berbeda.

Sebuah Bingkisan yang Menambah Kehangatan
Selain kegiatan kesehatan, hari itu juga terdapat bingkisan berupa pakaian dan dress untuk anak perempuan dari Mrs. Pierrette Clument, yang dititipkan melalui tim untuk diberikan kepada anak-anak di panti. Bagi saya, hal-hal seperti ini menjadi pengingat bahwa sebuah kegiatan sosial dapat hadir melalui banyak bentuk.
Ada yang memberikan waktu.
Ada yang memberikan tenaga.
Ada yang memberikan ilmu.
Ada pula yang menitipkan barang untuk dibagikan.
Semua bertemu pada satu tujuan yang sama: berbagi dan memberikan manfaat.

Dari Mereka, Kami Belajar Banyak
Ada satu hal yang paling saya bawa pulang dari kunjungan ini. Anak-anak di Panti Asuhan Anak Mandiri menurut saya adalah anak-anak yang sangat lovely. Mereka memiliki energi yang besar, rasa ingin tahu, spontanitas, dan kehangatan yang begitu mudah dibagikan kepada orang-orang di sekitar mereka. Kami datang dengan membawa edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan, fluoride, pencabutan gigi sederhana, sikat gigi, permainan, dan beberapa bingkisan. Tetapi ternyata, kami juga pulang membawa sesuatu. Energi positif dari mereka. Saya semakin percaya bahwa kegiatan sosial bukan hanya tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Dalam banyak kesempatan, batas antara keduanya justru menjadi sangat tipis. Kami datang untuk berbagi. Namun dari mereka, kami belajar tentang keceriaan, ketulusan, kebersamaan, dan bagaimana tetap memiliki energi positif untuk dibagikan kepada orang lain.
Semoga Bukan Hanya Sekali
Saya berharap kunjungan ke Panti Asuhan Anak Mandiri ini bukan hanya menjadi sebuah pertemuan satu kali. Semoga apa yang kami lakukan hari itu dapat memberikan dampak baik, meskipun mungkin dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana: cara menyikat gigi yang lebih baik, kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi, pengalaman positif saat diperiksa dokter gigi, atau bahkan hanya sebuah kenangan bahwa pernah ada orang-orang yang datang untuk berbagi bersama mereka. Terima kasih kepada Ibu Kathleen Anne Dakin dan seluruh keluarga besar Panti Asuhan Anak Mandiri yang telah membuka pintu dan memberikan kesempatan kepada kami untuk hadir. Terima kasih kepada KAWAL DPC Sleman, Ibu Yuyun dan tim, yang kembali menjadi bagian dari perjalanan sosial ini. Terima kasih juga kepada Mrs. Pierrette Clument atas bingkisan yang dititipkan untuk anak-anak. Dan yang paling penting, terima kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Anak Mandiri. Terima kasih sudah menerima kami. Kami datang membawa sedikit yang kami punya. Tetapi kami pulang dengan membawa banyak hal untuk kami renungkan. Semoga suatu hari nanti kami dapat kembali. Bukan hanya untuk memberikan sesuatu, tetapi untuk kembali belajar dan berbagi cerita bersama. Karena mungkin, inilah salah satu makna dari sebuah misi sosial: datang untuk memberi, pulang dengan hati yang justru dipenuhi.
drg. Kartika Apriliani, S.KG
Founder doktergigiku.com





