Hari Anak, Hari untuk Menjaga Senyum Mereka

oleh | Okt 7, 2026 | Berita | 0 Komentar

Sleman, 7 Juli 2026 — Bagi seorang anak, hari yang menyenangkan bisa sesederhana duduk bersama teman-teman, mendapatkan hadiah kecil, atau pulang membawa sikat gigi baru. Namun, di balik hal-hal sederhana itu, ada kesempatan untuk menanamkan kebiasaan baik yang dapat mereka bawa hingga dewasa.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, saya bersama tim doktergigiku.com kembali melakukan kegiatan sosial kesehatan gigi dan mulut pada Selasa, 7 Juli 2026, di kediaman Bapak Budi Santoso, Sumber Kulon, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama KAWAL DPC Sleman, Ibu Yuyun dan tim, serta dukungan Kimia Farma untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat lanjut usia.

Sekitar 15–20 anak hadir bersama orang tua dalam kegiatan tersebut. Beberapa orang tua bahkan turut memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan gigi bagi diri mereka sendiri.

Belajar Kesehatan Gigi dengan Duduk Bersama

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan dari Kawal DPC Sleman, Ibu Yuyun. Setelah itu, saya memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara sederhana dengan suasana lesehan. Tidak ada panggung besar atau suasana formal. Kami duduk bersama anak-anak dan orang tua, berbicara mengenai hal-hal sederhana yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagaimana cara menjaga kebersihan gigi?
Mengapa gigi susu tetap harus dirawat?
Mengapa gigi bisa berlubang?
Dan apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak menjaga kesehatan giginya?

Bagi saya, edukasi kesehatan tidak harus selalu dilakukan dalam suasana yang formal. Justru ketika dapat duduk bersama dan berbicara dengan bahasa yang sederhana, anak-anak bisa merasa lebih nyaman untuk bertanya dan bercerita.

Dari Pemeriksaan hingga Pencegahan Karies

Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak. Satu per satu anak diperiksa untuk melihat kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka. Pada anak yang membutuhkan, dilakukan pula pencegahan karies melalui aplikasi fluoride sebagai bagian dari upaya menjaga gigi agar tetap sehat. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pencabutan gigi susu pada anak yang membutuhkan, setelah melalui pemeriksaan dan pertimbangan kondisi gigi masing-masing. Bagi saya, bagian terpenting dari pemeriksaan bukan hanya menemukan gigi yang bermasalah, tetapi juga membantu orang tua mengetahui apa yang dapat dilakukan setelah kegiatan selesai. Sebab, pemeriksaan satu hari tidak akan cukup tanpa kebiasaan baik yang diteruskan di rumah.

 

Satu Sikat Gigi untuk Dibawa Pulang

Setiap peserta juga mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan dengan sikat gigi gratis setelah menjalani pemeriksaan. Sikat gigi tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, saya berharap benda kecil yang mereka bawa pulang dapat menjadi pengingat dari apa yang kami pelajari bersama hari itu. Bahwa menjaga kesehatan gigi bukan sesuatu yang hanya dilakukan ketika sakit. Menjaga gigi adalah kebiasaan yang dimulai setiap hari.

 

 

Ketika Anak Diperiksa, Orang Tua dan Lansia Juga Mendapat Perhatian

Kegiatan hari itu tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Beberapa orang tua turut mengikuti pemeriksaan gigi, sehingga kesempatan untuk menjaga kesehatan juga dapat dirasakan oleh anggota keluarga yang lebih dewasa. Sementara itu, KAWAL DPC Sleman berkolaborasi dengan Kimia Farma untuk menghadirkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia. Pemeriksaan kesehatan lansia dilakukan menggunakan alat Quantum, sehingga kegiatan sosial tersebut dapat mencakup kebutuhan kesehatan beberapa generasi sekaligus. Anak-anak mendapatkan perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka, orang tua mendapatkan kesempatan berkonsultasi, sementara para lansia memperoleh pemeriksaan kesehatan umum.

 

 

Belajar Sambil Bermain

Suasana pemeriksaan semakin hangat ketika tim KAWAL DPC Sleman menyelipkan quiz dan doorprize di sela-sela kegiatan. Anak-anak tidak hanya menunggu giliran pemeriksaan, tetapi juga diajak berinteraksi dan menjawab pertanyaan. Hadiah kecil menjadi penyemangat, sementara pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang kesehatan gigi menjadi kesempatan untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari. Saya senang melihat bagaimana kegiatan kesehatan dapat dikemas dengan suasana yang ringan. Karena bagi anak-anak, pengalaman pertama bertemu dokter gigi seharusnya tidak selalu identik dengan rasa takut. Bisa saja pengalaman itu justru dimulai dari duduk lesehan, bermain quiz, mendapatkan sikat gigi, lalu pulang dengan cerita yang menyenangkan.

Hari Anak dan Sebuah Pengingat untuk Kita Semua

Kegiatan di Sumber Kulon ini mungkin tidak dihadiri oleh ratusan anak. Hanya sekitar 15–20 anak yang datang bersama keluarga mereka. Namun, saya percaya bahwa dampak sebuah kegiatan tidak selalu ditentukan oleh jumlah peserta.

Satu anak yang belajar menyikat gigi dengan benar.
Satu orang tua yang menjadi lebih sadar terhadap kondisi gigi anaknya.
Satu gigi yang berhasil dicegah dari karies.
Satu kebiasaan baik yang akhirnya diteruskan di rumah.

Semua itu adalah bagian dari perubahan. Bagi saya, memperingati Hari Anak Nasional bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada anak-anak. Ini juga tentang memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan kebiasaan hidup yang sehat dan pengetahuan yang cukup untuk menjaga dirinya sendiri. Melalui doktergigiku.com, saya ingin terus mengambil bagian dalam perjalanan tersebut. Karena anak-anak bukan hanya masa depan. Mereka adalah alasan mengapa kita perlu mulai menjaga kesehatan sejak hari ini. Dan mungkin, sebuah senyum sehat memang dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: sebuah sikat gigi, sebuah pengetahuan baru, dan orang dewasa yang mau mendampingi.

drg. Kartika Apriliani, S.KG
Founder doktergigiku.com