Gigi Bungsu Sering Sakit? Ini Tanda Harus Dicabut dan Prosedurnya

oleh | Jul 27, 2026 | Cerita Gigi | 0 Komentar

Pernahkah Anda merasakan nyeri hebat di bagian paling belakang rahang, sering sakit kepala, atau bengkak di area gusi? Jika Anda berusia antara 17 hingga 25 tahun, kemungkinan besar itu adalah gejala dari pertumbuhan gigi bungsu.

Gigi bungsu atau molar ketiga adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh. Seringkali, gigi ini tumbuh tidak sempurna dan menyebabkan masalah serius. Kondisi inilah yang membuat gigi bungsu sering sakit dan mengganggu aktivitas harian Anda.

Mengapa Gigi Bungsu Sering Sakit?

Masalah utama pada gigi bungsu adalah kurangnya ruang di dalam rahang untuk pertumbuhannya. Akibatnya, gigi bungsu sering terjebak di dalam gusi atau tulang rahang. Kondisi ini disebut sebagai gigi impaksi.

Beberapa alasan medis mengapa gigi bungsu yang impaksi sering menimbulkan rasa sakit adalah:

  1. Mendesak Gigi Sebelah: Gigi bungsu yang tumbuh miring akan mendorong gigi geraham di depannya. Tekanan ini menyebabkan rasa sakit yang berdenyut.
  2. Infeksi Gusi (Perikoronitis): Gigi yang tumbuh sebagian menciptakan celah pada gusi. Sisa makanan dan bakteri mudah masuk ke area ini, menyebabkan peradangan dan pembengkakan yang menyakitkan.
  3. Mudah Berlubang: Posisi gigi bungsu yang paling belakang seringkali sulit dijangkau saat menyikat gigi. Hal ini membuatnya sangat rentan terhadap gigi berlubang yang dapat mencapai saraf.

Tanda-Tanda Gigi Bungsu Anda Harus Dicabut

Anda tidak perlu mencabut gigi bungsu jika tumbuh dengan posisi normal dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Rasa sakit yang parah, konstan, atau hilang timbul di bagian belakang rahang.

  • Pembengkakan pada gusi di sekitar area gigi bungsu yang baru tumbuh.

  • Kesulitan saat membuka mulut lebar atau saat mengunyah makanan.

  • Bau mulut yang tidak sedap akibat penumpukan bakteri di area impaksi.

Jika kondisi ini dibiarkan, infeksi dapat menyebar ke area leher atau pipi. Anda bisa melihat informasi lebih lanjut mengenai layanan kami melalui halaman utama DokterGigiku.com.

Prosedur Pencabutan Gigi Bungsu (Odontektomi)

Jika dokter gigi mendiagnosis gigi bungsu Anda mengalami impaksi berat, prosedur pencabutan khusus yang disebut odontektomi akan direkomendasikan. Ini adalah prosedur bedah minor untuk mengeluarkan gigi.

Berikut adalah tahapan umumnya:

  1. Anestesi Lokal: Dokter akan menyuntikkan obat bius di area sekitar gigi agar prosedur tidak terasa sakit.
  2. Pembedahan Gusi: Dokter akan membuat sayatan kecil pada gusi untuk mencapai posisi gigi dan tulang rahang yang menutupi gigi.
  3. Pengambilan Gigi: Jika diperlukan, dokter akan memotong gigi menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikeluarkan.
  4. Penjahitan: Setelah gigi dan jaringan infeksi dibersihkan, gusi akan dijahit untuk membantu proses penyembuhan.

Proses pemulihan pasca-cabut gigi bungsu biasanya memakan waktu beberapa hari. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Jangan menunda perawatan jika Anda mengalami gejala di atas. Segera konsultasikan dengan dokter gigi profesional di DokterGigiku.com untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan nyaman.