Kenapa Gigi Bisa ‘Kaget’ Saat Minum Dingin? Penyebab dan Cara Mengatasinya

oleh | Des 24, 2025 | Cerita Gigi | 0 Komentar

❄️ Kenapa Gigi Bisa ‘Kaget’ Saat Minum Dingin?

Pernah nggak, baru minum air es atau es kopi, tiba-tiba gigi terasa ngilu banget, seperti disetrum sebentar?
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengalami hal ini dan ternyata ada penjelasan ilmiahnya, bukan sekadar “gigi manja”.

Kondisi ini disebut hipersensitivitas dentin (dentin hypersensitivity), yaitu ketika lapisan dalam gigi (dentin) terbuka karena pelindungnya (enamel atau gusi) rusak atau menipis.
Saat dentin terbuka, rangsangan seperti dingin, panas, atau asam bisa langsung mengenai saraf gigi sehingga menimbulkan sensasi “gigi kaget”.

🧬 Mekanisme Ilmiah: Teori Hidrodinamik

Gigi punya banyak “pipa mikroskopis” yang disebut tubulus dentin, berisi cairan yang terhubung ke saraf di dalam gigi. Ketika terkena minuman dingin, cairan ini bergerak cepat, lalu menekan ujung saraf. Tekanan ini mengirimkan sinyal ke otak sebagai rasa nyeri tajam singkat.

Inilah yang disebut teori hidrodinamik, teori paling diterima oleh para ilmuwan gigi.
Jadi bukan karena suhu dingin itu sendiri yang melukai, tapi karena cairan di dalam gigi bergerak terlalu cepat.

⚠️ Kenapa Lapisan Pelindung Gigi Bisa Hilang?

Beberapa hal sepele bisa membuat dentin jadi terbuka tanpa kita sadari:

  1. Menyikat gigi terlalu keras atau dengan sikat kasar → Bisa mengikis enamel dan menyebabkan gusi turun.
  2. Konsumsi minuman asam berlebihan → Seperti soda, jus jeruk, atau minuman berkarbonasi.
  3. Bruxism (menggemeretakkan gigi) → Tekanan berulang merusak lapisan pelindung gigi.
  4. Gusi turun (resesi gingiva) → Membuka bagian akar gigi yang tidak punya enamel.
  5. Tambalan atau karies awal → Kadang meninggalkan area dentin yang lebih sensitif.

🧪 Apakah Semua Rasa Ngilu Itu Karena Gigi Sensitif?

Belum tentu. kalau ngilu terasa lama, berdenyut, atau muncul tanpa sebab jelas, bisa jadi pulpitis — peradangan saraf gigi yang membutuhkan perawatan dokter.
Sedangkan hipersensitivitas dentin hanya menimbulkan nyeri tajam dan cepat hilang begitu stimulusnya berhenti.

🪥 Cara Mengatasi Gigi Sensitif Akibat Dingin

💧 Perawatan Harian di Rumah

  • Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif (mengandung potassium nitrate atau stannous fluoride) yang membantu “menenangkan” saraf dan menutup tubulus dentin.
  • Gunakan sikat gigi lembut, dan hindari menyikat terlalu kuat.
  • Hindari konsumsi minuman asam atau sangat dingin terus-menerus.
  • Jangan langsung menyikat gigi setelah minum asam atau soda (tunggu 30 menit).

👩‍⚕️ Perawatan Profesional di Dokter Gigi

  • Fluoride varnish atau resin sealant: menutup tubulus dentin.
  • Perawatan laser: membantu mengurangi transmisi rangsangan saraf.
  • Jika karena gusi turun, bisa dilakukan perawatan periodontal atau bedah kecil untuk menutup bagian akar gigi yang terbuka.
  • Pada kasus berat, restorasi komposit bisa dilakukan untuk melindungi dentin.

Dengan kombinasi perawatan di rumah dan bantuan dokter gigi, sensitivitas bisa dikendalikan dengan baik.

🌟 Kesimpulan

Sensasi “gigi kaget” saat minum dingin bukan hal sepele — itu tanda bahwa dentin gigi kamu mulai terekspos. Penyebabnya bisa karena enamel menipis, gusi turun, atau kebiasaan yang salah.
Jaga kebersihan gigi dengan benar, gunakan pasta gigi khusus sensitif, dan konsultasikan dengan dokter gigi jika ngilu terus berlanjut. Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa tetap menikmati minuman favorit tanpa rasa ngilu!

📚 Daftar Pustaka

  1. Liu XX, dkk. Pathogenesis, Diagnosis, and Management of Dentin Hypersensitivity: Evidence-Based Overview.BMC Oral Health.2020;20(10).
  2. Dionysopoulos D, dkk. Dentin Hypersensitivity: Etiology, Diagnosis, and Contemporary Therapeutic Approaches.Applied Sciences.2023;13(21):11632.
  3. Katirci G, Celik EU. Prevalence and Predictive Factors of Dentine Hypersensitivity.BMC Oral Health.2023;23:456.
  4. Li X, dkk. Advances in Physical and Chemical Strategies for Dentin Hypersensitivity Therapy.J Adv Res.2025;43:210–223.
  5. Wang Y, dkk. Gallic Acid and Sodium Fluoride Combination in Dentin Hypersensitivity Management: An In Vitro Study.BMC Oral Health. 2024;24(98).